Sabtu, 03 Oktober 2015

Oknum Polisi Dibogem Sat Pol PP

Pengroyokan yang dilakukan Satpol PP terhadap oknum anggota Polda Kepri berinisial Al tak hanya menyeret 15 anggota Satpol PP ke proses hukum.

Al sendiri menjalani pemeriksaan di Polda Kepri terkait keputusannya mengeluarkan senjata api (senpi) dan melepaskan tembakan ke udara.

Rosiana, ibu Al mengaku anaknya tersebut sudah mengambil langkah dengan benar dengan melepaskan tembakan. Hal itu dilakukan untuk membubarkan anggota Satpol PP yang melakukan penggusuran secara mendadak.

Penggusuran terhadap lima bangunan miliknya tersebut dilakukan dengan pemberian surat peringatan (SP) mendadak. Surat itu didatangkan dalam waktu bersamaan sebanyak tiga kali.

Suratnya langsung datang sekali tiga. Bahkan langsung digusur.

Selain itu, penggusuran dinilai secara dinilai dilakukan tak adil. Padahal, di wilayah tersebut terdapat beberapa bangunan liar dan petugas Satpol P sama sekali tak melakukan penindakan.

sumber:
jpnn.com

Selasa, 02 Desember 2014

Mahasiswa Perkosa Domba

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Fresno, California, AS, mengaku telah bersetubuh dengan seekor domba karena dia merasa "stres".

Pemuda berusia 23 tahun yang tidak disebutkan identitasnya itu mengatakan kepada polisi, dia pergi ke gudang universitas setelah mabuk berat karena merasa tertekan menghadapi ujian yang semakin dekat.

Rencananya, demikian klaim pemuda itu, dia pergi ke kandang ternak milik universitas itu untuk memukuli beberapa ekor sapi untuk melepaskan rasa tertekannya.

Tanpa disangka, niat pemuda itu diketahui teman kuliahnya yang kemudian melaporkan hal itu kepada polisi. Setelah polisi datang ke kandang itu, para petugas menemukan pemuda itu terlihat sedang berusaha berhubungan seksual dengan seekor domba.

Setelah ditahan polisi dan didakwa melakukan hubungan seks dengan hewan, mahasiswa itu sempat mengaku bahwa dia hanya bergulat dengan domba itu.

Namun, saat polisi mengatakan tak ada seekor pun sapi di kandang itu selain domba, mahasiswa itu hanya mengatakan semua ternak sama saja. Dia malah khawatir akan dikeluarkan dari kampus akibat kejadian tersebut. "Apakah saya akan dikeluarkan dari kampus karena masalah ini?" tanya pemuda itu.

Dia kemudian menjelaskan soal ujian yang segera datang dan dia ingin memukuli hewan-hewan yang tak berbahaya itu melepaskan sedikit bebannya.

Akhirnya, setelah polisi mengatakan pemuda itu terlihat tengah memegangi seekor domba dan tidak mengenakan celana, pemuda itu mengaku dia memang berhubungan seksual dengan domba tersebut. "Namun, ini kali pertama saya melakukan itu," kata mahasiswa tersebut kepada polisi.

sumber: kompas.com

Minggu, 02 November 2014

Jokowi Memaafkan 100 Persen Penyebar Gambar Porno via Facebook

Presiden Joko Widodo akhirnya memaafkan perbuatan Muhammad Arsyad, seorang tukang tusuk sate yang menjadi tersangka kasus penghinaan dan penyebaran gambar porno melalui Facebook.

Presiden menyampaikan pemberian maafnya saat didatangi orangtua Arsyad, Mursidah dan Syafrudin di kantor Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, (1/11).

Meski demikian, Presiden tetap memberi pesan-pesan untuk Arsyad. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar Arsyad berhati-hati dalam bersikap di tengah publik.

"Di era yang bebas seperti ini semuanya harus saling menghormti hak orang lain juga aturan hukum yang ada, siapapun, siapapun. Dari yang atas sampai yang bawah semuanya. Bapak Ibu nanti disampaikan ke putranya Muhammad Aryad agar lebih hati-hati dalam bertindak dalam semuanya agar berhati-hati," tutur Presiden.

Presiden menyatakan bahwa Arsyad pun sudah bisa mengecap kebebasan karena penahanannya di Mabes Polri telah ditangguhkan. Soal proses hukum, Presiden menyerahkan seutuhnya pada pihak kepolisian.

"Saya kemarin baru tahu soal ini. Kemudian, besoklah biar penangguhannya, segera keluar dan bertemu. Nanti di kepolisian tanyanya, jangan ke saya. Kalau saya 100 persen maafkan," tutur Presiden.

Saat bertemu orangtua Arsyad, Presiden didampingi oleh Ibu Negara, Iriana.

sumber: jpnn.com

Rabu, 01 Oktober 2014

Gadis 13 Tahun Diperkosa

PERBUATAN Fauzi Rahman, 24, warga Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, ini memang sangat tidak pantas ditiru. Dia tega mengancam dan memerkosa seorang siswi MTs berusia 13 tahun di tepi sungai Senin (28/9) pukul 19.30.

Ceritanya, korban -sebut saja namanya Saritem- duduk bersama dua rekan lelakinya yang sama-sama masih anak-anak di bawah pohon bambu tepi sungai di Dusun Jatisari. Saat itu Fauzi datang bersama dua rekannya, yaitu Doni dan Sugeng. Melihat tiga bocah tersebut, pelaku langsung memintanya pergi dengan nada cukup keras.

Mendengar bentakan tersebut, Saritem dan dua rekannya berusaha kabur. Tetapi, tangan korban tiba-tiba dipegang Fauzi sehingga dia tidak bisa lari seperti dua temannya. Setelah Saritem berhasil dipegang, Fauzi meminta Doni untuk mengambil motor.

Begitu Doni pergi mengambil motor, Fauzi diam-diam membawa korban ke tempat gelap sambil memberikan ancaman.

Saat itu dia melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban. Setelah diantar dan diturunkan di tempat ramai, korban langsung pulang dan menceritakan kejadian yang telah dialami ke orang tuanya. Kasus itu pun dilaporkan ke Polsek Gambiran.

sumber: jpnn.com

Senin, 01 September 2014

Renungan : Semua Kebaikan akan Kembali Kepada Kita

COBALAH kita melempar bola pada dinding. Sekuat apa kita melempar, maka sekuat itu pula bola memantul ke arah kita. Lakukan berulang-ulang.

Dan berulang-ulang pula bola itu memantul. Sadar ataupun tidak kehidupan yang kita jalani sekarang ini seperti kita melempar bola pada dinding. Sebesar apa kebaikan yang kita lakukan, sebesar itu juga kebaikan itu kembali ke kita. Sebesar apa keburukan yang kita buat maka sebesar itu juga keburukan itu kembali pada kita.

Kita bisa berjalan, lari dan melompat itu bukanlah serta merta keahlian yang diperoleh dalam satu hari. Tapi minggu, bulan dan tahun yang kita lewatkan semasa kecilah yang membuat kita dengan mudah sekarang melakukannya. Orang tua kita mengajarkanya lagi dan lagi. Meski kita terjatuh sekalipun tetap kita diajarkannya untuk berdiri dan berjalan. Tidak perduli sebesar apa luka yang kita peroleh ketika belajar berdiri dan berjalan orang tua kita akan terus mengajarkannya lagi hingga kita bisa seperti saat ini. Berdiri, berjalan dan berlari dengan mudahnya.

Kebaikan yang diajarkan orang tua kita adalah kebaikan yang pernah diajarkan kakek dan nenek kita pada orang tua kita. Selanjutnya seperti itu dan kebaikan itu berulang turun temurun. Seberapa baik kita merawat dan memperlakukan anak kita, maka sebaik itu pula mereka akan memperlakukan kita di hari tua nanti.

Saya sadar betul pencapaian yang saya capai saat ini adalah hasil dari fikiran, keringat dan usaha yang telah saya keluarkan. Seperti halnya sekuat apa saya melempar bola ke dinding sekuat itu pula bola memantul. Sekuat usaha yang telah saya lakukan maka seperti itu pula hasil yang saya dapatkan. Tentunya ini atas kehendak Allah SWT semuanya.

Sadarkah kita jika di sekeliling kita berbuat baik pada kita karena kita berbuat baik pada mereka. Begitupun mereka akan memperlakukan kita dengan tidak baik jika kita memperlakukan mereka dengan tidak baik.

Jangan harap Allah SWT akan banyak memberi kemudahan jika kita sering mempersulit orang. Teruslah berebuat baik niscaya orang jahatpun akan berterimakasih. Teruslah memberi niscaya orang kikir pun akan berterimakasih.

sumber: islampos.com